Kamera Sintetis (Syntetic Camera)
Cara Kerja Kamera.
1.Prinsip Kerja Kamera Digital.
Prinsip kerja kamera digital adalah kamera menangkap gambar dari obyek untuk selanjutnya dibiaskan melalui lensa kepada sensor CCD (Charge Couple Device) atau CMOS (Complemenary Metal Oxide Semiconductor) yang hasilnya kemudian direkam dalam format digital kedalam media simpan digital berupa memory card.
2.Cara Kerja Kamera Polaroid
Proses pengembangan film pada kamera polaroid menggabungkan warna dengan cara dasar yang sama dengan gulungan film.
Ia memiliki lapisan yang sama dengan butiran peka cahaya seperti kamera film tradisional, semua disusun pada lembaran plastik.
3.Prinsip Kerja Kamera DSLR
Secarakeseluruhan proses kerjakamera DSLR sangat singkat. Saat kita melihat di lubang viewfinder yang ada di belakang kamera, dan apapun yang kelihatan disitu itulah objek yang akan dihasilkan ketika di foto.
Pantulan dari cahaya objek foto masuk melewati lensa lalu menuju cermin pantul, yang kemudian memantulkan cahaya tersebut ke pentaprisma.
Pentaprisma mengubah cahaya vertikal menuju horizontal.
· VIEWING COORDINAT
View Coordinate : Sering juga disebut sebagai UVN System. Biasanya sistem tangan kiri yang disebut sistem UVN digunakan.
- Objek pada sistem koordinat dunia (x,y,z)
- Lensa pada sistem koordinat UVN/kamera sintetik mempunyai 3 sumbu (U,V,N)
- Film sebagai bidang
· V , sumbu y dari sistem koordinat pandangan adalah proyeksi tegak lurus Vup pada bidang tampilan.
· U , sumbu x dari koordinat tampilan, bersifat ortogonal terhadap V dan N yaitu
· U = V X N
· Positif U dan V adalah ke kanan dan ke atas dari sudut pandang mata.
· N adalah sumbu z dari koordinat tampilan. Ini meningkatkan arah positif dengan kedalaman titik dari mata.
· Sumbu n sebagai arah pandang kamera, dan ditentukan berdasarkan vektor normal (nx,ny,nz).
· Sumbu v sebagai arah atas, sumbu u sebagai arah horisontal. (v ∟ n), (u ∟ n) dan (u ∟ v)
· Titik tengah sumbu u,v,n disebut VRP (Viewing Reference Point), yang ditentukan oleh titik (rx,ry,rz) pada koordinat dunia.
Viewing Obyek 3D
Menggunakan Kamera Untuk mendapatkan tampilan dari pemandangan koordinat dunia 3D, pertama kita menset-up koordinat referensi untuk viewing atau parameter kamera.
Koordinat ini dipakai sebagai acuan posisi dan orientasi untuk bidang pandang (view plane) atau bidang proyeksi yang bersesuaian dengan bidang film kamera.
Viewing Obyek 3D menggunakan Kamera Sintetis. Dalam paket pemrograman grafik, sekali obyek 3D terbentuk, maka setiap posisi titik pembentuk permukaan obyek tersebut sudah tersimpan dalam memori. Dalam hal ini posisi setiap titik dikatakan berada dalam Word Coordinates system. Agar gambar yang tersimpan dalam memori bisa ditampilkan di layar, digunakan konsep kamera sintetis. Kamera sintesis adalah komputer bertindak sebagai kamera yang didalamnya berisi proses transformasi dari Word Coordinates system ke Viewer Coordinates system kemudian dilanjutkan dengan proses proyeksi titik dari Viewer Coordinates system (ruang 3D) ke layar (bidang 2D).
Dengan kamera sintetis, posisi titik-titik pembentuk permukaan obyek tadi terlebih dahulu ditransformasikan ke bidang pandang (view plane) kamera. Dalam hal ini, hasil transformasi posisi setiap titik dikatakan berada dalam Viewer Coordinates system. Kemudian posisi setiap titik yang berada dalam Viewer Coordinates system tadi diproyeksikan ke layar agar bisa dilihat oleh mata.
Dengan kamera sintetis sebelum diproyeksikan, pada obyek yang terbentuk bisa dilakukan proses transformasi geometri berupa rotasi, translasi, bahkan scalling, sehingga suatu obyek 3D dapat dipandang dari berbagai posisi, atas, bawah, samping, maju, mundur diperbesar atau diperkecil dan lain sebagainya. Ada dua cara yang bisa digunakan untuk memandang suatu obyek dari berbagai sisi. Yang pertama adalah posisi bidang pandang (view plane) dibuat tetap, sedangkan obyek diputar.
Yang kedua adalah posisi obyek dibuat tetap, sedangkan bidang pandang diputar. Bila cara kedua yang dipilih maka bidang pandang dianggap sebagai film dalam kamera, sehingga suatu obyek 3D dapat di pandang dari berbagai sisi dengan hanya menggerakkan dan memutar kamera. Artinya, untuk menampilkan keseluruhan bagian obyek 3D cukup dilakukan dengan menggunakan operasi transformasi geometri berupa rotasi, translasi atau scalling. Perhatikan Gambar 6.2. Sebuah titik Pref berada dalam Word Coordinates system dilihat menggunakan kamera di posisi Peye. Dalam hal ini kamera bertindak sebagai Viewer Coordinates System.
PROYEKSI VIEW PLANE
Untuk memberikan informasi lengkap suatu benda tiga dimensi dengan gambar proyeksi ortogonal, biasanya memerlukan lebih dari satu bidang proyeksi.
a.Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di depan benda disebut pandangan depan.
b.Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di atas benda disebut pandangan atas.
c.Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di sebelah kanan benda disebut pandangan samping kanan. Demikian seterusnya.
Proyeksi dapat dilakukan terhadap bidang datar (planar) atau bidang kurva. Materi ini akan
membahas proyeksi pada bidang datar atau disebut palnar geomteric projection.
Planar geomteric projection dilakukan melalui sinar proyeksi yang muncul dari titik pusat proyeksi melewati setiap titik dari benda dan memotong bidang proyeksi (projection plane) untuk mendapatkan benda hasil proyeksi.
Proyeksi planar dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1.Proyeksi Parallel
2.Proyeksi Perspektif.
Perbedaan antara kedua proyeksi ini adalah: pada proyeksi perspektif jarak antara titik pusat proyeksi ke bidang proyeksi bersifat infinite (tertentu) sedangkan pada proyeksi paralel jarak antara titik pusat proyeksi ke bidang proyeksi tidak terhingga
Proyeksi paralel dapat dikatagorikan menurut hubungan atara arah poyeksi dengan vektor normal dari bidang proyeksi, ke dalam dua macam proyeksi.
1.Orthographic
2.Oblique.
Proyeksi perspektif memberikan sudut pandang yanglebih realistis dibandingkan proyeksi paralel.
Proyeksi persepektif memberikan tampilan yang sama dengan apa yang kita lihat sehari-hari.
Benda yang terlihat jauh akan kelihatan kecil sedangkan benda yang dekat akan terlihat
lebih besar.
Pada proyeksi persepektif semua garis menghilang pada satu atau lebih titik yang sama atau disebut titik hilang (vanishing point). Hal ini mengakibatkan gari sejajar akan tampak tidak sejajar ketika diproyeksikan perspektif. Bergantung kepada lokasi dimana kita melihat benda maka kita akan memperoleh efek:
-1 titak hilang
-2 titik hilang
-3 titik hilang.










Komentar
Posting Komentar